BRMP Sulut Sosialisasi Matching Grant ICARE & e-Banper di Kauditan
Kauditan, Minahasa Utara — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) bersama Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Utara (Minut) menggelar kegiatan Sosialisasi Program Matching Grant (MG) Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) serta Pemanfaatan Aplikasi e-Banper di Kecamatan Kauditan. Kegiatan ini dilaksanakan di Grace Hall, Desa Kawiley, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minut pada hari Jum’at (11/9).
Sosialisasi dibuka secara langsung oleh Rita Novarianto, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ICARE BRMP Sulut. Acara ini dihadiri oleh Project Implementation Unit (PIU) BRMP Sulut, Camat Kecamatan Kauditan Filma Antoni, para Kepala Desa, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Minut, penyuluh pertanian Kecamatan Kauditan, serta kelompok tani di wilayah setempat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempercepat modernisasi pertanian dan penguatan kelembagaan ekonomi petani di tingkat desa maupun kecamatan. Program ICARE dan sistem e-Banper dirancang untuk mendukung petani agar lebih mandiri, terorganisir, dan mampu mengakses serta mengelola bantuan secara transparan dan akuntabel.
Camat Kecamatan Kauditan, Filma Antoni, menyampaikan harapannya agar program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat tani di wilayahnya. Bantuan yang tersalurkan melalui program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian serta meringankan berbagai kebutuhan sarana dan prasarana yang dibutuhkan petani.
Conny Manoppo, selaku perwakilan PIU BRMP Sulut, menjelaskan secara rinci mekanisme pemanfaatan dana MG dalam program ICARE. Dana tersebut dapat digunakan untuk pengadaan barang, pekerjaan, maupun pelatihan yang mendukung kegiatan produksi pertanian cerdas iklim, penanganan pascapanen, pengolahan hasil, penyimpanan, pemasaran, hingga penguatan fasilitas pendukung usaha tani.
Mekanisme ini membuka peluang bagi kelompok tani dan koperasi untuk merencanakan dan menjalankan usaha pertanian yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Penguatan rantai nilai ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk pertanian dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan petani secara berkelanjutan.
Sementara itu, Cecilia Bernadus, memberikan pemaparan mengenai sistem digital e-Banper yang kini menjadi standar pengelolaan bantuan pemerintah di sektor pertanian. Aplikasi ini mencakup seluruh siklus pengelolaan bantuan, mulai dari pengusulan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL), verifikasi data, proses penyaluran, hingga pelaporan dan pertanggung jawaban.
Penerapan sistem e-Banper bertujuan agar setiap tahapan penyaluran bantuan dapat dipantau secara transparan, akurat, dan tepat sasaran. Petani dan penyuluh dapat memantau status usulan maupun realisasi bantuan secara langsung melalui sistem, sehingga pengawalan dan akuntabilitas program dapat berjalan lebih baik.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan para peserta memahami secara utuh mekanisme pengajuan, pemanfaatan, serta pelaporan program ICARE dan penggunaan e-Banper. BRMP Sulut berkomitmen untuk terus mendampingi kelompok tani di seluruh wilayah Sulut agar kebijakan dan program strategis Kementerian Pertanian dapat dijalankan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani.